There are no translations available.

1986 : Bumimas Group mengawali usaha sebagai pengepul kulit mentah sebagai supplier PT. Rajawali Nusindo, Wonocolo, Sidoarjo - Jawa Timur. Pada Tanggal 9 Oktober 1986 mendirikan PT. Mangkubumi Utama Sejahtera (MAS) di Semarang dengan Notaris Joeni Muljani,SH.

1987 : Membuka gudang penampungan kulit basah langsung dari RPH di Suruh, Tingkir, Salatiga dan cabang di Krian - Mojokerto. MAS mulai merintis ekspor kulit wetpickled dan wetblue dengan menyewa pabrik kulit CV. Bengawan Solo di Surakarta diekspor ke Italia, Perancis, Yunani, Jerman, dan Belanda.

1988 : Mendirikan PT. NIKITA Corp kerjasama untuk memproduksi kulit jadi (finished leather) dengan perusahaan Jerman (Hasta Leather) dan melayani pabrik sepatu Salamander-Jerman dan Ecco-Denmark.

1989 : Merintis kerjasama pembuatan jaket kulit dengan pengrajin Garut, dan mendirikan CV. Ekalindo sebagai pabrik penyamakan kulit jadi (finished leather) kambing dan domba di Tasikmalaya, Jawa Barat.

1990 : MAS berpatungan dengan anak perusahaan Daewoo memproduksi barang kulit berupa Baseball Gloves, Golf Gloves dan Handbag untuk di ekspor ke USA, karena terus merugi akhirnya semua saham MAS dijual ke investor Korea.

1991 : MAS merintis impor sapi potong dari Queensland Australia melalui pelabuhan Cilacap dan seterusnya digemukkan di Boyolali sebelum dikirim ke Jakarta.

1992 : MAS merintis ekspor kerajinan kulit samak nabati dengan pengrajin di Jogjakarta, Solo dan Cibaduyut dan produknya berupa tas, dompet, sepatu, sandal di ekspor ke Belanda, Peranis dan Jerman.

1993 : MAS ditunjuk BKPMD Jateng mengikuti Warana Festiva di Brisbane Australia sebagai wakil dari Jawa Tengah sekaligus merintis kerjasama penggemukan sapi dengan pengusaha peternakan sapi potong di negara bagian Queensland, Australia.

1994 : Untuk memperlancar impor sapi potong dari Australia, MAS membeli saham EMKL dan Forwarding PT. Ruktimukti Bawana (RMB) dan meneruskan usaha RMB sebagai forwarding dan EMKL.

1995 : MAS mempromosikan produk kerajinan dan meubel ukir Jawa Tengah pada pameran Made In Indonesia di Singapura, order pertama produk kerajinan dan meubel ukir dari Jepara, Sebaliknya usaha kulit dibawah Nikita Group ditutup.

1996 : MAS ditunjuk Menpora mengikuti pertemuan pemuda se - ASEAN di Singapura mempromosikan Kawasan Industri Pemuda (KIP) terbentuk melalui Kerjasama antara KITW dan Menpora. Karena Usance L/C dihapuskan dan adanya Tied Money Policy dan kenaikan kurs usaha importer sapi potong dihentikan. Mulai merintis ekspor meubel ke Belanda, Inggris dan Jerman.

1997
: MAS mengikuti beberapa pameran dagang yang diadakan oleh BPEN untuk mempromosikan produk meubel dan Kawasan Industri Pemuda antara lain ke Jepang, Perancis, Korea dan mendapat respon yang bagus dari investor Jepang dan Korea.

1998 : RMB meneruskan kerjasama KIP dengan PT. Kawasan Industri Wijayakusuma untuk mengelola kavling 20 Ha menjadi Kawasan Berikat, perjanjian No. 03/SP/PT.KIC-PK/12/1998 tanggal 31-12-1998 yang dikenal dengan KITW Technopark. Untuk kesejahteraan karyawan dibentuk koperasi Kopkar RMB tanggal 24-08-1998.

1999 : RMB ditetapkan sebagai Pengelola Kawasan Berikat pertama di Semarang melalui SK MenKeu No. 151/KMK.01/1999 tanggal 05-05-1999. RMB mengikat kontrak penjualan kavling dengan PT. AST Indonesia seluas 42.000 m2 untuk mendirikan pabrik speaker Audio, Eissilor - Perancis 10.000 m2 dan PT. Surya Mulya Bangun Indo 10.000 m2, total 52.000 m2.

2000
: RMB mengikat kontrak Turn Key Project dengan Hombo Co. Ltd, Jepang untuk mendirikan pabrik pengecoran kuningan PMA PT. Intac Brass Indonesia diatas kavling 8000 m2, menjual kavling ke PT. Karina Tata Busana, pabrik garmen dari Jakarta. PT. Galang Mitra Internasional (GMI) untuk pengecoran kuningan di Pati untuk mensuplai PT. Intact Brass Indonesia dan Mitra Usaha investor PMA di KITW Technopark.

2001
: RMB mengikat kontrak Turn Key Project dengan Nakatsuka Co. Ltd untuk membangun pabrik Parquet Flooring PMA PT. Tanjung Permai Lestari diatas tanah 12.500 m2 dan bangunan 4980 m2. Mendirikan PT. Hana Persada Nusantara (HPN) untuk pelatihan Tenaga Kerja di dalam KITW Technopark dan pesanan khusus ke Jepang di luar program IMM.

2002 : RMB mengikat kontrak dengan PMA Jepang, PT. Semeru Karya Buana untuk mendirikan pabrik indoor furniture diatas kavling 12.000 m2, bangunan 5.200 m2 dan mejual kembali kavling eisilor ke PT. Java Agreetech. MAS merintis pembangunan pasar tradisional di Jepara dan Yogyakarta (pasar dilokasi yang belum ada peagang lama).

2003 : RMB mengikat kontrak Turn Key Project dengan PMA PT. Weiling dari Cina diatas kavling 18.000 m2 bangunan 3400 m2 dan sebagai perusahaan recycle plastic pertama untuk memproduksi limbah plastik menjadi Darkron (Kapas Polyester).

2004 : RMB mengikat kontrak Turn Key Project dengan Rismar Daewoo Apparel Jakarta untuk membangun pabrik garmen 20 lines di atas kavling 13.500 m2 dan bangunan 5.200 m2. MAS merintis pembangunan perumahan murah (RSH) Sapphire Estate, Langensari - Ungaran di atas tanah 15.000 m2.

2005 : RMB mengikat kontrak Turn Key Project pendirian pabrik Furniture Outdoor perusahaan Jerman Ploss Co. Ltd di atas kavling seluas 29.000 m2 dan bangunan 12.000 m2. Mendapat kontrak Turn Key Project PMA PT. Korin Jaya di atas kavling 3500 m2 dan bangunan 2500 m2 sebagai pabrik karton. Total kavling 20 Ha sudah terjual habis. RMB merintis impor alat berat dengan DAIM Trading Co, Jepang sebagai industri rekondisi alat berat. Membangun pabrik PMA Pakistan PT. Royal Wood di atas kavling 5 Ha, Kawasan Industri Candi.

2006 : Mengikuti tender KIM Jepara seluas 22 Ha sebagai ekspansi Kaber ke II, sekaligus mendirikan PT. BANGUNMAS Persada dan merintis pembangunan pasar Agropolitan Pemalang dan Ngaliyan Semarang, Town House Residence, bekerja sama dengan Oesman Sapta Odang merencanakan PUZZLE MAL di Semarang. Dengan investor korea mendirikan PT. Heidi Furniture ekspor sofa ke USA akte No. 14 tanggal 23-01-2006. MAS membangun Perumahan Beringin Hills Estate seluas 20.000 m2 dan Ruko Soekarno-Hatta Square sebanyak 19 unit di atas kavling 2000 m2 di Jl. Arteri Soekarno-Hatta Semarang.

2007 : Sebagai ekspansi Kawasan Industri Berikat (Bondedone) MAS mensosialisasikan rencana pendirian Kaber di beberapa Kabupaten Kota di Jawa Tengah yaitu : Pati, Jepara, Brebes, Banjarnegara, Magelang, Boyolali, Ungaran, Kudus, Salatiga, Pekalongan, Klaten, Sragen dan Demak. Karena kendala kavling di Jepara, merintis Demak Industrial Bondedzone seluas 40 Ha di Desa Kotakan Mijen, Demak. Membeli kavling 16 Ha di Karang Jati untuk didirikan Ungaran Industrial Bondedzone, sebagai pusat industri garmen dan membeli kavling 18 Ha di Kendal untuk Kendal Industrial Bondedzone. Mendirikan SMART Property sebagai Property Agent dan mulai membangun ruko 10 unit di Beringin Ngaliyan satu lokasi dengan Beringin Hills Estate.

2008
: MAS dinyatakan pemenang tender KIM untuk dikelola menjadi Jepara Industrial Bondedzone. Melalui PT. MEGAMAS Industri (MMI) merintis pabrik gula substitusi rafinasi gula impor berkapasitas 6000 ton per hari dengan Nakano Tekko Co. Ltd, Japan, Kontraktor TSK, Pembiayaan Finance oleh Mitsubishi Bank, Tokyo, Japan dan industri Plastic Recycle dengan memanfaatkan Limbah Botol Minuman (Polyetheline) diproses menjadi kapas Polyester atau lebih dikenal Darkron. Joint Venture dengan Ningbo Tianhan Holding Group Co. Ltd, Cina dengan kapasitas 60 ton per hari. Sayangnya kedua proyek tersebut terkendala perijinan. Mengelola PT. Tanjung Permai Lestari (TPL). Membangun perumahan Jatiwangi Estate proyek ruko 12 unit dan RSH type 23/120 di seluas 25.000 m2 di Gunungpati, Semarang.

2009 : Meningkatkan kegiatan usaha Kopkar RMB menjadi KOPERASI MITRA USAHA, membuka Klinik Mutiara Medicare, Bimbingan Belajar dan konsultan manajemen di Ruko Beringin Hills Ngaliyan dan penyediaan rumah dan ruko murah untuk UKM. MAS mulai merintis pendirian Boarding School Harapan Bangsa (SHB) dengan yayasan pendidikan Turki (PASSIAD) di atas lahan 8 Ha di Prambanan, Klaten.